Banda Neira adalah band beranggotakan 2 orang yaitu Ananda Badudu dan Rara Sekar. Berawal dari mengisi waktu luang setelah bekerja di Ibu Kota, menghasilkan empat buah lagu pertama yaitu Di Atas Kapal Kertas, Ke Entah Berantah, Kau Keluhkan, dan Rindu tahun 2012. Lagu mereka mulai dikenal masyarakat luas pada akhir 2012 lewat unggahan di Soundcloud. Akhirnya mereka merilis 2 album yaitu Di Paruh Waktu 2013 dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti 2016. Dengan pembawaan melodi yang santai, dan makna yang tidak setengah-setengah, musik indie mereka tetap disukai hingga sekarang. Walau akhirnya pada Desember 2016, band 2 orang ini memutuskan untuk bubar dan berkarir masing-masing Penasaran apa saja Kata-Kata Mutiara Banda Neira Dari Lirik Lagu? di bawah ini telah tuliskan untuk kamu sahabat!. Kata-Kata Mutiara Banda Neira Dari Lirik Lagu. Berikut Kata-Kata Mutiara Banda Neira 1. “Jangan berdiri di depanku, karena ku bukan pengikut yang baik.” – Banda Neira Sebagai Kawan 2. “Jangan berdiri di belakangku, karena ku bukan pemimpin yang baik.” – Banda Neira Sebagai Kawan 3. “Berdirilah di sampingku, sebagai kawan, kawan.” – Banda Neira Sebagai Kawan 4. “Bisik daun, dihembus angin nan pelan. Senandungkan lagu alam, menyambutmu tiap hari menje.” – Banda Neira Matahari Pagi 5. “Matahari pagi hangat dan menerangi, dunia yang gelap.” – Banda Neira Matahari Pagi 6. “Hati yang dingin perlahan berganti, menjadi bahagia.” – Banda Neira Matahari Pagi 7. “Tidur, tidurlah sayang. Lelah kan menidurkan matamu. Singgahlah ke tempat tertentu….” – Banda Neira Pangeran Kecil 8. “Sepekan sudah tak hadir ia menemuiku, mungkinkah matahari sedang sendu?.” – Banda Neira Pelukis Langit 9. “Menunggang bumi, sang pelukis bergegas menuju, mencari matahari namun tak temu.” – Banda Neira Pelukis Langit 10. “Pelukis langit lari terburu-buru, hingga dia lupa warna kuning dan biru. Pelukis langit lari terburu-buru, hingga yang ada hanya kelabu.” – Banda Neira Pelukis Langit 11. “Walau tak semua tanya, datang beserta jawaban, dan tak semua harapan terpenuhi.” – Banda Neira Utarakan 12. “Ketika berbicara juga sesulit diam, utarakan utarakan utarakan.” – Banda Neira Utarakan 13. “Dan hari ini takkan kau menangkan, bila kau tak berani mempertaruhkan.” – Banda Neira Utarakan 14. “Biru, tuk segala yang jauh. Biru tuk semua yang dulu.” – Banda Neira Biru 15. “Bayang resah takkan resah, segala kekal keniscayaan.” – Banda Neira Biru 16. “Singgah saja kita nanti, harap terang kan menjelang.” – Banda Neira Biru 17. “Badai Tuan telah berlalu, salahkah ku menuntut mesra?.” – Banda Neira Sampai Jadi Debu Kata-Kata Mutiara Banda Neira Berikut Kata-Kata Mutiara Banda Neira 18. “Tiap pagi menjelang, kau di sampingku, ku aman ada bersama mu.” – Banda Neira Sampai Jadi Debu 19. “Selamanya sampai kita tua, sampai menjadi debu, ku di liang yang satu, ku di sebelahmu.” – Banda Neira Sampai Jadi Debu 20. “Tiap taufan menyerang, kau di sampingku, kau aman ada bersamaku.” – Banda Neira Sampai Jadi Debu 21. “Langit dan laut, dan hal-hal yang tak kita bicarakan. Biar jadi rahasia menyublim ke udara, hidup dan sesalkan jiwa, jiwa.” – Banda Neira Langit Dan Laut 22. “Hidup hanya menunda kekalahan, tambah terasing dari cinta sekolah rendah.” – Banda Neira Derai-Derai Cemara 23. “Dan tahu, ada yang tetap tidak terucap, seblum pada akhirnya kita menyerah.” – Banda Neira Derai-Derai Cemara 24. “Jatuh dan tersungkur di tanah aku, berselimut debu sekujur tubuhku. Panas dan menyengat, rebah dan berkarat.” – Banda Neira Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti 25. “Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti. Yang hancur lebur akan terobati. Yang sia-sia akan jadi makna.” – Banda Neira Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti 26. “Yang terus berulang suatu saat henti. Yang pernah jatuh kan berdiri lagi. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti.” – Banda Neira Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti 27. “Di mana ada musim yang menunggu? Meranggas merapuh, berganti dan luruh.” – Banda Neira Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti 28. “Bayang yang berserah, t’rang di ujung sana.” – Banda Neira Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti 29. “Hawa ini kau benci, dan kau inginkan tuk segera pergi. Berdiri angkat kaki, tiada raut riangmu di muka, pergi segera.” – Banda Neira Esok Pasti Jumpa 30. “Rasa itu kau rindu, dan kau inginkan tuk segera tiba. Dan kembali bermimpi, hanyut dalam hangatnya pelukan cahaya mentari.” – Banda Neira Esok Pasti Jumpa 31. “Dan ingatlah pesan sang surya pada manusia malam itu, tuk mengingatnya di saat dia tak ada.” – Banda Neira Esok Pasti Jumpa 32. “Sepi itu indah, percayalah. Membisu itu anugerah.” – Banda Neira Hujan Di Mimpi 33. “Seperti hadirmu di kala gempa, jujur dan tanpa bersandiwara. Teduhnya seperti hujan di mimpi, berdua kita berlari.” – Banda Neira Hujan Di Mimpi 34. “Bangun, sebab hari terlalu berharga. Tuk kita lewati dengan tertidur.” – Banda Neira Berjalan Lebih Jauh 35. “Berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam. Jelajah semua warna, bersama, bersama.” – Banda Neira Berjalan Lebih Jauh Tentang Penulis