Alat musik adalah suatu alat berupa instrumen yang jika dimainkan dapat mengeluarkan suara atau bunyi tertentu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memainkan alat musik. Salah satunya dengan cara digesek. Berikut ini adalah beberapa contoh alat musik Isi1 1. Biola2 2. Cello3 3. Bass/Contra Bass4 4. Viola5 5. Rebab6 6. Tarawangsa7 7. Tehyan8 8. Arababu9 9. Haegeum10 10. Erhu11 11. Yangqin12 12. Arbab13 13. Sukong14 14. Lagia15 15. Raba / Tello16 16. Keso-Keso17 17. Octobass18 18. Kontra1. BiolaAlat musik gesek yang paling populer karena sering kita lihat dan banyak yang memiliki 4 dawai atau senar. Dimainkan dengan cara digesek menggunakan sebatang busur kayu yang dipasang berhelai-helai rambut kuda. Dawai yang digesek akan beresonansi dengan adanya sepasang rongga udara berbentuk huruf f di badan foto biola memerlukan kepekaan perasaan yang tinggi karena biola tidak memiliki fret atau pembatas nada. Dalam perkembangannya biola menjadi alat musik yang cukup populer untuk dimainkan dalam berbagai aliran juga Cara Bermain Biola2. CelloMerupakan alat musik gesek yang masih termasuk ke dalam keluarga biola. Ukurannya lebih besar dari biola namun lebih kecil dibanding bass. Sebagian besar bahannya terbuat dari kayu dan memiliki 4 dawai atau senar. Memainkannya ditegakkan dalam posisi berdiri dengan penahan logam di bagian bawahnya. Cello berada di antara kedua kaki atau selangkangan pemusik dalam posisi duduk. Digesekkan menggunakan busur, melintang di atas foto adalah alat musik standar dalam perkembangan musik klasik di Eropa. Alat musik ini menjadi tidak lazim dimainkan dalam musik populer masa Bass/Contra BassAlat musik yang mempunyai ukuran paling besar dalam keluarga biola. Bass memiliki 4 dawai yang menghasilkan nada terendah dalam orkestra dimainkan dengan cara berdiri dengan menyandarkan alat ini ke tubuh pemain yang merapat ke depan agar dapat menjangkau foto bas atau bass saja bisa dimainkan dengan digesek ataupun dipetik dibetot. Dalam musik klasik yang lebih menekankan pada sisi akustik, bass dimainkan dengan cara digesek. Pada musik yang lebih modern dengan penekanan untuk menjaga tempo, bass umum dimainkan dengan cara khazanah musik tanah air bas betot atau contra bas ini banyak dimainkan dalam musik keroncong. Selain sebagai penjaga tempo, bass dimainkan untuk memberikan nuansa suara gong ViolaAlat musik gesek yang merupakan varian lain dari biola. Fungsi dan bentuknya sangat mirip dengan biola. Terbuat dari kayu dengan ukuran sedikit lebih besar dari biola. Memainkannya juga sama persis seperti foto biola menghasilkan nada suara sopran atau tenor. Dan cello atau bass berada di nada suara bass, maka viola adalah suara tengah yang menghasilkan nada alto. Ciri suaranya lambat dan dalam dengan nada yang lebih rendah dibanding biola. 5. RebabAdalah salah satu alat musik tradisional Indonesia. Dimainkan dengan cara digesek dengan busur penggesek yang foto dari jazirah Arab dan meluas hingga ke Nusantara. Rebab umumnya berbentuk bulat terbuat dari kayu dengan dilapisi membran dari kulit domba. Biasanya terdiri dari 1 hingga 3 dawai yang secara musikal tidak struktur perangkat musik gamelan, rebab memegang peranan penting. Fungsinya menyelaraskan melodi dasar sebuah tembang menjadi enak TarawangsaAlat musik gesek tradisional khas Jawa Barat. Terbuat dari kayu, memiliki 2 dawai yang akan menghasikan suara dengan cara catatan sejarah, tarawangsa sebenarnya lebih tua keberadaannya dari rebab. Ukurannya lebih tinggi dari rebab, oleh karenanya sering disebut juga rebab juga 10 Contoh Alat Musik PukulMemainkan alat musik ini cukup unik. Dengan 2 senar yang dimiliki, ternyata hanya 1 senar yang digesek, yaitu yang terdekat dengan pemain. Dawai yang satunya lagi dimainkan dengan dipetik menggunakan jari telunjuk tangan TehyanMerupakan alat musik gesek yang diadaptasi dari budaya Tiongkok. Alat musik tradisional khas Betawi ini terbuat dari kayu jati. Bodi atau badannya terbuat dari batok kelapa yang sekaligus berfungsi sebagai tabung resonansi. Terhubung dengan bagian leher yang terbuat dari kayu tempat 2 dawainya foto umumnya bernada dasar A dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini adalah hasil akulturasi adat Betawi dan Tiongkok pada masa itu. Saat ini biasa dimainkan pada ensambel musik khas Betawi, Tanjidor. Kemudian juga dipadukan dengan kesenian gambang kromong, lenong betawi ataupun ArababuAlat musik gesek tradisional khas Maluku yang berdawai satu. Terbuat dari batok kelapa yang menjadi tabung resonansinya. Batang lehernya yang kuat terbuat dari bambu. Sumber foto menyebutkan arababu masuk ke Nusantara dibawa para saudagar Arab. Oleh karenanya mirip rebab dengan ukuran yang lebih kecil. Jika dimainkan suara merdu mengalun terdengar nyaring saat melantunkan lagu-lagu tradisional Ternate. Umumnya dalam sebuah kelompok dengan alat musik khas Maluku Utara lainnya seperti tifa, gong dan HaegeumAda beberapa alat musik yang dikenal berasal dari semenanjung Korea. Salah satunya adalah Haegeum yang termasuk jenis alat musik gesek tradisional khas negeri ginseng itu. Terdiri dari 2 dawai dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan foto dimainkan dengan cara yang cukup unik. Pemusik duduk bersila dengan alat musik tersebut berada khazanah budaya Korea, alat musik dibedakan menjadi alat musik asli pribumi dan alat musik pengaruh Cina. Haegeum termasuk alat musik adaptasi yang diselaraskan dengan cita rasa dan kearifan ErhuSalah satu dari sekian banyak alat musik tradisional asal Tiongkok yang paling populer. Alat musik ini memiliki 2 senar dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur. Sumber musik ini berbentuk heksagon atau oktagon dan bisa juga bulat. Terbuat dari kayu yang dilapisi kulit ular sanca sebagai membran penghasil resonansi. Baca juga 10 Contoh Alat Musik Tiup yang Perlu DiketahuiSaat ini erhu menjadi alat musik utama yang digunakan dalam pagelaran opera tradisional YangqinAlat musik gesek ini berasal dari tanah Tiongkok. Bentuk alat musik ini cukup unik dengan desain yang berbentuk mirip dengan digesek, alat musik Yangqin juga bisa dimainkan dengan dipukul. Bila dilihat sepintas bentuknya mirip kecapi hanya saja Yangqin memiliki badan yang lebih pertunjukan seni Cina klasik, Yangqin menjadi salah satu komponen utama dalam komposisi musik yang disuguhkan. Yangqin memiliki karakter suara yang nyaring dan ketika dimainkan akan menambah daya ekspresi sebuah lagu. 12. ArbabKali ini kita meluncur ke Aceh. Arbab adalah alat musik gesek yang dimiliki oleh bumi Serambi Mekkah. Sumber dilihat sepintas Arbab hampir mirip dengan Rebab. Hanya saja bila Rebab menggunakan bahan dari kayu dan ada lapisan membran dari kulit domba, Arbab menggunakan bahan dari batok kelapa di bagian penggeseknya terbuat dari bahan bambu atau serat rotan. Arbab sering digunakan dalam pertunjukan atau acara adat di Aceh. Pada umumnya Arbab sangat populer digunakan di daerah Pidie, Aceh Barat dan di Aceh Tengah. 13. SukongSukong adalah alat musik gesek dari daerah Betawi. Lagi-lagi ada kemiripan antara Sukong dengan Arbab dan Rebab. Namun bila dibandingkan dengan Rebab maka Sukong berukuran lebih kecil. Sumber menggunakan bahan dari batok kelapa dan kayu di bagian bawahnya yang berfungsi sebagai wadah resonansi. Alat musik ini terdiri dari dua buah senar dengan alat penggesek terbuat dari rambut kuda jantanInstrumen ini sering ditemui dan digunakan untuk pertunjukan khas Betawi seperti Ondel-Ondel atau pementasan Lenong khas Betawi. 14. LagiaAlat musik berikutnya masih dari Indonesia yaitu sebuah alat musik gesek bernama Lagia dari daerah Nias, Sumatera Utara. Sumber bawah Lagia terbuat dari sebuah kayu berukuran besar dan bulat dimana di bagian tengahnya ditancapkan kayu untuk menjadi penopang senar. Lagia hanya menggunakan satu buah senar yang dimainkan dengan menggesek senar tersebut menggunakan busur. Alat musik gesek tradisional ini biasanya ditaruh di tanah saat dimainkan karena ukurannya yang cukup Raba / TelloMasih dari daerah Nias, ada sebuah alat musik gesek yang bernama Raba. Bedanya bila Lagia menggunakan kayu di bagian bawahnya, Raba menggunakan bahan dari tempurung kelapa. Sumber kelapa tersebut kemudian ditancapkan sebatang kayu ditambahkan satu buat senar. Alat ini pun diletakkan di tanah saat dimainkan, sama seperti halnya Lagia. Namun karakter suara Raba lebih rendah atau bass dibandingkan Lagia. 16. Keso-KesoKeso-Keso adalah alat musik gesek khas daerah Sulawesi Selatan. Bentuk Keso-Keso cukup unik dengan bagian bawah seperti buah pir yang berbentuk oval. Sumber bagian bawah juga digunakan lapisan membran terbuat dari kulit hewan yang juga berfungsi sebagai wadah resonansi suara. Untuk memainkan alat musik Keso-Keso cukup menantang karena dibutuhkan keterampilan khusus untuk dapat menghasilkan nada dan suara yang diinginkan. Keso-Keso sering dimainkan saat upacara adat di daerah Sulawesi Selatan sampai dengan saat ini. 17. OctobassOctobass adalah alat musik gesek yang berukuran jauh lebih besar daripada Contrabass. Untuk memainkan alat musik ini pemusik harus menggunakan alat bantu berupa tuas yang ditekan. Sumber alat musik ini jarang digunakan dan kurang populer namun Octobass merupakan sebuah alat musik gesek yang sangat unik karena ukuran dan cara lainnya dengan Contrabass adalah Octobass menggunakan tiga buah dawai. Karakter suara yang dihasilkan Octobass lebih rendah daripada Cello. 18. KontraKontra adalah sebuah alat musik gesek yang mirip dengan Viola. Namun Kontra hanya menggunakan tiga buah dawai. Keunikan lainnya adalah bagian bridge dibuat lebih mendatar. Sumber pemain Kontra dapat menghasilkan chord dari tiga buah senar yang ada. Susunan nada pada masing-masing senar pun sama seperti layaknya Viola. Hanya saja pada alat musik Kontra, senar dengan nada C tidak ada. Sehingga Kontra hanya memiliki nada G – D’ – A’. Alat musik ini sendiri populer di negara Hungaria, Czechoslovakia, Polandia, Slovakia, dan di negara bagian Transylvania. Nah itulah contoh alat musik gesek, buat kamu yang sedang belajar musik semoga lancar yaaa!Sumber
AlatMusik Keso Keso by pusatpandang.com. Karena ukurannya cukup besar alat musik ini biasanya dimainkan dengan cara diletakkan di Lantai dan digesek dalam keadaan berdiri. Alat musik ini sangat sering dimainkan pada musik klasik yang ada di eropa, namun di Indonesia sangat jarang sekali menggunakan alat musik ini karena menghasilkan bunyiAlat Musik Tradisional yang Digesek Untuk sebagai perawalan, berikut ini adalah beberapa contoh alat musik tradisional yang digesek yang kemungkinan dalam penggunaannya masih bisa kita temui hingga saat ini. Mungkin ada alat musik yang tidak saya sebutkan seperti halnya Biola, karena dalam pengkategoriannya sudah termasuk alat musik modern. 1. Keso Keso Gambar alat musik tradisional yang digesek keso keso Keso-keso adalah alat musik tradisional yang digesek asal Sulawesi Selatan yang terkenal karena suara yang dihasilkan indah dan membuat kita ikut merasakan suasana daerah asalnya. Alat musik ini memiliki nama “Keso” karena cara memainkannya digesek, sehingga disebut “keso-keso” namun ada orang yang menyebutnya “Kere-Kere Galang”. Tubuh Keso-keso dimanfaatkan sebagai resonator, terbuat dari kayu nangka pilihan yang dibentuk secara khusus mirip dengan jantung pisang dengan rongga dibagian tengah agar suaranya maksimal. Bagian kosong dari kayu nangka tersebut nantinya akan ditutup membran yang terbuat dari kulit binatang. Alat menggeseknya tidak perlru kayu khusus asalkan kuat, kayu tersebut bisa digunakan sebagai busur untuk menggesek keso-keso. Namun yang terpenting terletak pada benda yang terlihat seperti tali pada busurnya yang ternyata terbuat dari rambut ekor kuda sebagai bahannya. Bunyi yang dihasilkan keso-keso berasal dari gesekan antara senar keso-keso dan rambut ekor kuda pada busur. 2. Sukong Gambar alat musik tradisional yang digesek sukong Sukong adalah alat musik tradisional yang digesek yang digunakan sebagai melodi dalam sebuah pentas musik. Jika dilihat, Sukong memang mirip Rebab gitar dari Arab namun ukurannya lebih kecil. Sukong hanya memiliki 2 senar, tapi jangan salah karena Sukong dimainkan dengan cara digesek, bukan dipetik. Sukong berukuran seperti tempurung kelapa yang tebal daging buahnya 1,5 cm. Nada dasar Sukong adalah G, oleh karena itu Sukong bisa dibilang sebagai bass pada kesenian Gambang Keromong. Dulunya kita bisa menjumpai kesenian ini di beberapa daerah Tangerang pesisir Kota dan seringnya penggunaan Sukong ada pada kesenian Gambang Keromong saja. Baca Juga √ Artikel Tari Giring Giring Kalimantan Tengah 3. Tehyan Gambar alat musik tradisional yang digesek tehyan Tehyan juga merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek dari Jakarta. Ciri yang bisa anda temukan di alat musik ini yaitu bentuknya yang serupa dengan rangka manusia dari badan hingga pinggul. Nada yang dihasilkan alat musik ini Diatonis dan pada saat memainkannya kita hanya bisa mengandalkan perasaan untuk mengambil nada selanjutnya. Alat musik tradisional gesek ini bisa dibilang cukup sulit, berebeda dengan alat musik lainnya. Tehyan dimainkan dengan cara digesek pada bagian dawainya layaknya Biola. Tehyan memiliki jenis lain seperti Sukong dan Kongahyan. Perbedaan yang menonjol bisa dilihat dari bentuk ukurannya Sukong Bernada dasar G dengan ukuran paling besar sebagai Bass Kongahyan Bernada dasar G dengan ukuran paling kecil sebagai melodi Tehyan Bernada dasar A dan ukuran standar sebagai ritme Di era modern seperti sekarang, alat musik tradisional yang digesek semacam Tehyan sudah jarang bisa dilihat dan jika memang ada sekalipun kebanyakan dari pemainnya adalah orang yang sudah lanjut usia. Hal ini bisa terjadi dikarenakan kurangnya minat remaja untuk mempelajari dan adanya alat musik modern yang mungkin lebih menarik. 4. Arababu Gambar alat musik tradisional yang digesek arababu Arababu adalah alat musik tradisional yang digesek dari Sulawesi Utara. Jika dilihat dari bentuk dan cara memainkannya mirip dengan alat musik Rebab. Alat musik Arababu berkembang di Maluku sejak para pedagang Arab datang dan menetap di Indonesia, seiring berkembangnya zaman Rebab berevolusi dan mendapat sedikit modifikasi hingga akhirnya terciptalah Arababu. Permainan Arababu Arababu merupakan alat musik tradisional yang digesek dan menghasilkan suara melodis. Alat musik ini hanya memiliki 1 senar. Ditambah lagi, Arababu memiliki pegangan yang terbuat dari bambu dan tempurung kelapa yang fungsinya sebagai tempat resonansi. Dari suara yang dihasilkan, Arababu tak kalah dari Rebab asli Arab, namun ukuran Arababu memang kalah besar jika dibandingkan dengan Rebab. Alat yang digunakan untuk menggesek Arababu juga berbentuk busur dengan 1 senar semacambusur panah dengan bentuk yang disesuaikan. 5. Rebab / Lengek Gambar alat musik tradisional yang digesek lengek Rebab adalah alat musik tradisional yang digesek dari Jawa barat, banyak orang yang berpendapat bahwa rebab mirip alat musik Tarawangsa, namun perebedaannya hanya pada bentuk dan penggunaannya saja. Ukuran Rebab relatif kecil, memiliki badan yang bulat dan leher panjang, namun tidak ada papan nada. Rebab dari Jawa barat ini dibuat tegak dan busur untuk menggeseknya lebih melengkung daripada busur biola. Dalam bahasa sunda, Rebab dikenal dengan sebutan lengek dan orang memainkan lengek disebut ngalengek. Dalam sejarah Gamelan, Rebab / lengek merupakan salah satu instrumen musik yang penting untuk menghiasi melodi dasar. Memainkan Rebab juga tidak bisa asal-asalan, penyesuaian ritme, tempo, dan frasa juga merupakan tugas dari pemain rebab. 6. Tarawangsa Gambar alat musik tradisional yang digesek tarawangsa Alat musik tradisional Tarawangsa berumur lebih tua daripada Rebab, seperti yang sudah saya sebut diatas. Pada awal abad ke-18, menurut naskah kuno Sewaka Darma, Tarawangsa sudah dipergunakan sebagai alat musik tradisional sedangkan Rebab muncul di tanah jawa pada sekitar abad 15-16, dan itupun diadaptasikan dari alat gesek Arab. Pada saat itu, Tarawangsa biasa dipanggil Rebab Jangkung karena ukurannya yang lebih tinggi daripada Rebab . Namun Tarawangsa berbeda dibandingkan Rebab, meskipun fisiknya sama. Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek serta menggunakan laras pelog. Ada beberapa lagu yang biasa dimainkan dengan menggunakan alat musik ini, antara lain Jemplang, Saur, Mataraman, Iring-iringan Tonggeret, Bangun, Limbangan, Karatonan, Lalayaan, Buncis, Degung, Sirnagalih, Reundeu, Pangairan, Dengdo, Angin-angin, Panglima, Pagelaran, Ayun Ambing, Reundeuh Reundang, Kembang Gadung, Legon koromongan, dan Onde. Musik yang diatas adalah musik pilihan yang tidak termasuk musik pokok. Ada beberapa lagu yang diyakini masyarakat pada zaman itu sakral dan memanggil Dewi Sri. Sayangnya kurangnya minat generasi membuat alat musik tradisional yang digesek ini semakin sulit ditemukan. 7. Arbab Gambar alat musik tradisional yang digesek arbab Arbab, sebuah alat musik tradisional yang digesek dari Aceh, alat musik ini biasa digunakan dalam beberapa acara pertunjukkan hiburan rakyat seperti ketika ada pasar malam atau pawai. Arbab terdiri dari 2 bagian yaitu tubuh dan alat geseknya. Arbab juga pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Lagu yang dibawakan biasanya berupa cerita pendek yang diselingi dengan humor ringan yang mudah ditangkap pendengarnya. Membuat Arbab & Penggeseknya Menurut infonya, Arbab terbuat dari tempurung kelapa, kulit binatang kambing, kayu dan senar dalam pembuatannya. Sedangkan untuk alat gesek yang berbentuk berbentuk busur tersebut terbuat dari serat tumbuhan, rotan dan kayu. Bisa dibilang benda ini merupakan hasil kreatifitas tangan dari Aceh. Baca Juga √ Artikel Tari Mandau Kesenian Tradisional Dayak, Kalimantan Tengah 8. Rabab Gambar alat musik tradisional yang digesek rabab Musik dari Sumatera Barat Memang tidak asing lagi dikenal ditelinga kita, Rabab merupakan alat musik adaptasi dari Arab yaitu Rebab. Sama seperti di Deli, Sunda dan lainnya, Rabab Minang juga unik, selain dimainkan dengan cara digesek, Rabab juga menghasilkan suara yang muncul dibawah bridge yang berasal dari membran. Dengan adanya membran tersebut, suara yang dihasilkan seperti ada efek suara serak. Sifat ini juga menyebabkan cara menggesek Rabab terbilang sulit. Alat musik Rabab terbuat dari batok kelapa, sehingga membuat tekstur Rabab sedikit “keset”. Dalam permainannya, ada beberapa komposisi dalam memainkan lagu tergantung kepada lagu yang ingin dimainkan, lagu yang bersifat kaba dijadikan pokok. Lagu yang tercipta biasanya merupakan gagasan yang berasal dari pikiran komunitas masyarakat yang ada di daerah yang sama.Keso-keso: alat musik dari toroja dimainkan dengna cara digesek. § Lembong : alat musik sejenis seruling panjangnya sekira 50-100 cm dan memiliki garis tengah 2 cm dan dan diujung terdapat tanduk kerbau yang bentuknya menyerupai cerobong dan dapat ditemukan di tanah toraja. Makassar - Alat musik tradisional dari Sulawesi Selatan memiliki ragam yang cukup banyak. Hal ini dipengaruhi oleh suku-suku yang menghuninya seperti Bugis, Makasar, Toraja, dan berbagai suku Universitas Hasanuddin, Dr Firman Saleh mengatakan meskipun alat musik tradisional dari Sulawesi Selatan memiliki jenis yang sama dengan daerah lain, tetapi bentuknya berbeda. Bahkan bunyi yang dihasilkan pun berbeda karena memiliki bunyi ciri khas Sulawesi Selatan."Gandrang meskipun sama jenisnya dengan gendang tapi beda bentuknya. Kita sebut dengan Gandrang. Begitupun dengan seruling, yang sangat unik dari kita adalah pui-pui dan itulah yang menjadi khas," ujar Firman kepada detikSulsel, Selasa 12/4/2022. Alat musik tradisional Sulawesi Selatan terdiri dari berbagai macam jenis. Terbuat dari berbagai bahan yang berasal dari 11 alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang dirangkum detikSulsel1. Pui-PuiPui-pui merupakan alat musik Sulawesi Selatan yang ditiup. Alat musik ini juga sering disebut memiliki bentuk kerucut menyerupai klarinet yang terbuat dari lempengan logam dan potongan daun pada alat musik ini berada di bagian pangkal, lalu pada bagian kerucut terbuat dari kayu. Di sepanjang kayu tersebut terdapat beberapa lubang untuk menghasilkan nada yang berbeda-beda. Alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi berbagai upacara adat dan acara kesenian daerah di Sulawesi KecapingKecaping adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Selatan dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki bentuk melengkung seperti perahu yang diberi senar dari biasa digunakan untuk mengiringi dongeng-dongeng di masa nenek moyang. Selain itu, kecaping juga digunakan untuk iringan tari TalindoTalindo atau Tolindo merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang berasal dari Toraja. Alat musik tergolong cukup unik karena bentuknya yang menyerupai tanduk sapi atau kerbau yang bertumpu pada tempurung musik Talindo ini terbuat dari kayu solid, senar dan tempurung kelapa. Alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini hanya memiliki satu senar saja. Dimana resonatornya terbuat dari tempurung merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Selatan, khususnya bagi suku Makassar. Alat musik pukul ini masih bertahan dan didengarkan hingga saat iniTabuhan Gandrang biasanya digunakan sebagai alat pengiring tarian tradisional. Selain itu juga menjadi penanda diadakannya upacara tradisional, seperti pada upacara pernikahan adat Gesok-GesokGesok-gesok merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini hanya memiliki dua musik tradisional Sulawesi Selatan ini juga biasa disebut keso-keso ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. Bentuknya menyerupai jantung atau daun keladi yang dilengkapi dengan tongkat umumnya dimainkan untuk mengiringi syair-syair "Sinlirik", mengisahkan tentang sejarah masa lalu yang berisi tentang petuah / nasihat. Dahulu alat musik ini dimainkan secara terbatas untuk kalangan keluarga saja, namun saat ini menjadi permainan musik LalosuAlat musik tradisional Sulawesi Selatan Lalosu terbuat dari kayu dan tekstil. Alat musik ini berupa tabung bambu yang diisi dengan batu-batu kecil. Tabung ini dibungkus dengan kain warna merah dan putih. Salah satu ujungnya berbentuk kepala dimainkan dalam tarian Bissu. Saat menari alat ini digoyangkan ke kiri dan ke kanan atau diayun ke depan lalu ke samping hingga menimbulkan Ana BaccingAna Baccing merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang juga digunakan dalam tarian bissu. Alat musik ini digunakan pada Tari bissu yang dipertunjukkan saat upacara pernikahan, pelantikan dan kematian raja, saat terjadi wabah penyakit dan sebagai tanda dimulainya masa tanam musik ini terbuat dari besi. Berbentuk seperti anak panah runcing pada kedua ujungnya.8. Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan Basi-BasiBasi-Basi termasuk sebagai alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Masyarakat suku Makassar menyebutnya Klarinet, sedang menurut masyarakat Bugis adalah musik ini merupakan alat musik tiup yang di dalamnya terdapat membran rangkap. memiliki bentuk yang mirip seperti alat musik yang digunakan oleh pawang biasanya dimainkan dalam berbagai acara adat di Sulawesi Selatan zaman dulu. Umumnya dimainkan untuk acara pesta perkawinan dan JalappaJalappa adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang berbentuk seperti simbal. Nama lain dari alat musik ini adalah Kancing-Kancing karena bentuknya yang menyerupai Kancing berukuran musik ini terbuat dari logam kuningan. bentuknya yang menyerupai Kancing berukuran oleh masyarakat terdahulu dimainkan pada saat upacara adat tertentu. Seperti saat persembahan sesaji untuk para dewata, upacara adat pernikahan, khitanan, dan tolak Pa'pompangPa'pompang merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang berasal dari Toraja. Alat musik ini juga biasa disebut Pa'bas karena suara bas yang dimainkan secara berkelompok semacam orkestra dan dipadukan dengan melodi suling bambu. Alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini menghasilkan suara yang khas. Suara yang dihasilkan bisa mencapai dua setengah oktaf tangga musik tradisional Sulawesi Selatan ini terbuat dari potongan-potongan bambu, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Suara yang dihasilkan potongan-potongan bambu dengan rangkaian khusus itu pun sesuai dengan ukuran besar kecilnya. Karena itu, agar menghasilkan kombinasi suara yang harmonis, ukuran bambunya beragam sesuai nada yang akan Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan Suling LembangAlat musik tradisional Sulawesi Selatan lainnya adalah Suling Lembang. Alat musik tiup ini merupakan suling paling panjang di daerah Toraja. Panjangnya sampai mencapai antara 40-100 cm, dengan garis tengah 2 bagian ujung diberi cerobong dari tanduk, hingga seperti terompet. Suling ini memiliki enam lubang nada, dan biasanya alat musik ini digunakan untuk lagu-lagu daerah Toraja terutama lagu-lagu Lembang ini pun diperlengkapi dengan tanduk kerbau di bagian ujungnya sebagai corong pembesar suara. Alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini memiliki bentuk tegak lurus. Cara meniupnya melalui sinto atau bagian atas suling yang berbentuk seperti cincin. Simak Video "Proses Pembuatan Kecapi, Alat Musik dengan Bahan Dasar Kayu, Sulawesi" [GambasVideo 20detik] asm/hmw
Rebabdengan dua dawai yang digesek dan berasal dari Makasar disebut. SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah
Contents1 Pengertian Keso-Keso2 Fungsi Alat Musik Keso-Keso3 Cara Memainkan Keso-Keso Keso-Keso merupakan alat musik tradisional dari provinsi Sulawesi Selatan dan khususnya pada daerah Toraja. Alat musik Keso-Keso ini di daerah Toraja biasanya disebut dengan nama P’keso. Alat musik tradisional yang satu ini bisa di mainkan dengan cara menggesek pada dawai senar dengan jumlah dua senar. Suara musik yang di hasilkan dari alat musik tradisional Keso-Keso ini cukup enak di dengar. Dan jika di lihat dari sekilas pandang, alat musik tradisional Keso-Keso ini hampir mirip dengan rebab. Pada artikel kali ini kami akan membahas secara detail segala hal yang berkaitan dengan alat musik Keso-Keso ini. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan artikel yang ada di bawah ini. Pengertian Keso-Keso Membahas mengenai alat musik Keso-Keso, tidak pas rasanya langsung mengarah ke bagian fungsinya. Terlebih dahulu kita harus tahu apa pengertian dari alat musik Keso-Keso tersebut. Keso-keso adalah sebuah alat musik tradisional dari daerah Sulawesi Selatan atau lebih tepatnya dari suku Toraja. Di Toraja, alat musik Keso-Keso ini di kenal dengan nama P’keso. Bentuk dari alat musik tradisional Keso-Keso adalah serupa dengan rebab, yaitu alat musik yang berasal dari pulau Jawa. Bisa dibilang Keso-Keso adalah alat musik yang dimainkan dengan cara di gesek pada bagian senarnya dengan menggunakan alat tertentu. Serupa dengan biola dan sebagainya. Alat musik Keso-Keso hanya memiliki dua dawai utama yang di gesek. Meskipun begitu, perpaduan dua dawai tersebut memiliki suara yang cukup enak di dengar. Alat musik tradisional Keso-Keso ini terbuat dari bahan dasar berupa tempurung kelapa, bambu atau kayu dan juga benang kasar dari pohon enau. Tempurung kelapa digunakan sebagai wadah keluarnya suara dari alat musik tersebut. Bambu atau kayu digunakan untuk batang dari alat musik Keso-Keso dan yang terakhir adalah benang kasar dengan warna hitam yang berasal dari pohon enau, digunakan sebagai dawai atau senar. Sebenarnya alat musik Keso-Keso ini merupakan kesenian dari masyarakat Toraja yang senantian di mainkan setiap harinya pada masa yang lampau. Sekarang sangat sedikit anak muda yang memainkan alat musik tersebut. Padahal bisa di sejajarkan dengan gitar dan alat musik komtemporer lain, Keso-Keso tidak kalah keren dari segi suara musik yang dikeluarkannya. Jika kita menelisik dari karakterisktik musik, alat musik tradisional Keso-Keso ini berfungsi sebagai pengiring rythem. Karena, hanya terdapat dua dawai atau senar yang dimainkan dalam alat musik tersebut. Dengan kata lain, alat musik tradisional Keso-Keso ini adalah alat musik yang berperan untuk menjadi melodi dalam sebuah musik. Berlanjut kita membahas fungsi alat musik Keso-Keso dari segi kebudayaan suku Toraja. Alat musik tradisional Keso-Keso memiliki fungsi dalam segi kebudayaan sebagai pengiring suatu upacara keagamaan. Ketika ada suatu acara keagamaan dari suku Toraja, maka pengiring musiknya adalah dengan petikan dawai dari alat musik tradisional Keso-Keso. Selain itu, alat musik Keso-Keso juga digunakan untuk penyambutan tamu. Semisal ada tamu penting yang datang ke wilayah Toraja, maka untuk menyambut kedatangan tamu tersebut akan di adakan upacara penyambutan dengan iringan musik Keso-Keso yang melantun dengan harmoni nada yang selaras. Seperti yang di jelaskan pada awal artikel, sebenarnya alat musik Keso-Keso dahulunya sering dimainkan oleh warga sekitar Toraja sehari-harinya. Mereka memainkan alat musik tradisional Keso-Keso ketika sedang bersantai dan sejenisnya. Hingga zaman berganti zaman, peran alat musik Keso-Keso sebagai permainan musik tradisional mulai bergeser dan memudar. Sekarang sangat jarang warga masyarakat Toroja masa kini yang mulai tak mengenal alat musik tersebut. Karena kurangnya pengembangan sehingga menyebabkan alat musik Keso-Keso ini tidak familiar di dengar oleh warga sekitar. Cara Memainkan Keso-Keso Alat musik Keso-Keso dimainkan dengan cara di gesek-gesek pada bagian dawainya. Dua dawai tersebut dimainkan dengan sistem melodis. Mungkin alat musik Keso-Keso ini sangat jarang di jual sehingga untuk permasalahan berapa harganya, sampai saat ini kami belum mengetahui dengan pasti. Nah itulah ulasan lengkap tentang alat musik Keso-Keso. Sekian dan terima kasih. t4JL49i.