GeniusAulad, No 10-1 & 11-1, Plaza KL Traders Square, Block A, Jalan Gombak, , Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Kuala Lumpur (2020) Home Cities Countries Sebab Alhamdulillah, dari pengalaman sendiri, walau anak-anak Sal dari segi bacaan dan kiraan masa mereka tadika tak begitu lancar, tapi Sal suka bila mereka dengan lemah lembut ucap terima Halo teman-teman, sebelumnya artikel pengalaman pertama kali liburan ke Penang Malaysia ini pernah saya tulis di blog satunya. Karena blog tersebut sudah campur aduk, maka saya akan fokuskan menulis tentang travel di blog ini. So ceritanya sedikit saya perbaharui namun tidak merusak cerita saya tahun 2019 lalu ini. Penang merupakan pulau kedua setelah Langkawi, Malaysia yang saya kunjungi. Pulau menarik yang juga dikenal dengan kota tuanya ini merupakan Situs Warisan Budaya UNESCO. Penang termasuk kota atau pulau yang mempunyai aneka ragam budaya, meskipun begitu dengan keanekaragaman masyarakatnya aman dan tentram. Oh iya Penang juga terkenal dengan keanekaragaman kulinernya, yang pastinya menggugah selera para traveler. Kesempatan saya untuk melakukan kunjungan ke Penang pun penuh dengan drama, disebabkan kali ini saya pergi traveling dengan membawa 2 orang teman yang pada awalnya hanya berniat holiday ke ibukota Malaysia Kuala Lumpur saja. Tak ada satupun niat dari mereka untuk pergi ke Penang, apalagi dengan kondisi mereka yang saat itu lagi bokek. Namun karena waktu liburan yang singkat, saya coba usaha untuk meyakinkan mereka untuk juga mengunjungi pulau Penang aka Pinang. Dan alhamdulillahnya saya berhasil, mereka mau saya bujuk untuk mengunjungi pulau atau negara bagian federasi Malaysia ini. Oh iya Fyi, Penang terletak di kawasan barat semenanjung Malaysia dan beribukota George Town. Untuk bisa sampai di Penang dari Kota Pekanbaru tempat domisili saya mengharuskan untuk transit di Kuala Lumpur, dengan 2 kali penerbangan tentunya. Pemesanan tiketpun sudah saya lakukan jauh-jauh hari kala AirAsia melakukan promo saat itu, dan saya mendapatkan tiket Kuala Lumpur – Penang PP seharga IDR 280K saja. Sedangkan Pekanbaru – Kuala Lumpur saat itu dapat tiketnya IDR 700K PP Karena harga yang lebih murah ini pula saya urungkan niat saya untuk menggunakan transportasi darat/ bus ke Penang saat itu. Meski dengan menggunakan pesawat saya harus berangkat dari Kuala Lumpur Penang jam 10 malam waktu Malaysia. Dalam perjalanannya pun saat transit saya lebih banyak menghabiskan waktu di sekitar Bandara KLIA saja. Makan siang di Quizinn by RASA Food Court, shalat, berkeliling bandara dan sisanya istirahat saja sambil menunggu waktu berangkat ke Penang. Oh iya Untuk bisa sampai ke Pulau Pinang ini membutuhkan waktu lebih kurang 1 jam saja. Penang International Airport/ Shutterstock Alhamdulillahnya pada akhirnya saya berangkat dan sampai di Penang International Airport, yang ternyata bandaranya lebih besar dari pada Sultan Syarif Kasim II Airport Pekanbaru. Saya yakin bandara ini lebih baik karena adanya rute penerbangan internasional Ga perlu waktu lama, kami pun menuju hostel yang sudah kami pesan melalui Agoda sebelumnya. Hostel yang kami pesan berada di daerah Lebuh Chulia Kota George Town dan untuk bisa sampai ke sana kami menggunakan Grab Car. Niatnya dari awal memang ingin menggunakan transportasi publik seperti Bus, namun karena sudah malam tidak ada bus yang beroperasional. Kami sampai saja sudah menujukkan pukul setengah 12 malam. The Frame Guesthouse The Frame Guesthouse menjadi pilihan kami untuk menginap Akhirnya tak sampai 40 menit saya pun sampai di penginapan yang sudah saya pesan. Saya menginap di The Frame Guesthouse. Hostel yang tepatnya berlokasi di 168, Lebuh Chulia, Georgetown, Penang, Malaysia. Ya sederhana saja karena melihat bintang dan review positif plus harganya yang lumayan untuk kantong saya dan teman-teman akhirnya kami memilih hostel ini. Adapun alasan lain karena memang hostel ini dekat dengan berbagai tujuan atua destinasi yang saya inginkan semisal Street Art in George Town yang jaraknya hanya 20 meter saja, Kapitan Keling Mosque dekat hanya 40 meter saja. Hostel ini juga sangat dekat dengan Sri Mariamman Temple, Khoo Kongsi, Museum Camera dan Penang Peranakan Mansion. Nilai plus kalau malam, hostel ini juga dekat dengan Chulia Street Night Hawker Stalls di mana merupakan pusat jajanan malam yang ada di George Town. Hostel yang nyaman Proses check-in di penginapan ini juga cukup cepat, apalagi resepsionis hostel ini bisa berbahasa Indonesia meski cengkok melayunya lebih banyak. Harganya untuk satu orangnya per malam dipatok IDR 80K di mana dalam 1 kamar ada 8 tempat tidur campir. Untuk bagian kamar mandi di luar, ya kaya hostel pada umumnya. Fasilitas lain adalah kita mendapatkan sarapan gratis, ara ruang untuk nonton bersama, membaca dan lainnya. Dan pastinya tak perlu membayar deposit ketika check in. So haru pertama ini hari perjalanan untuk menuju Penang saja hingga menginap di The Frame. Liburan ke Penang – Day 2 Rapid Penang Bus Seperti biasanya kalau pergi liburan, di mana selalu bangun lebih pagi. Selain untuk persiapan mengunjungi berbagai destinasi juga karena takut mana tau kamar mandinya penuh karena digunakan wisatawan lain. Tujuan pertama selama di Penang adalah mengunjungi Penang Hill yang letaknya berada di Air Itam. Dari hotel menuju ke destinasi pertama ini kami menggunakan grab car lagi dengan jarak tempuk sekitar 15 – 20 menit. Sebenarnya bisa juga menggunakan transportasi publik, cuma lagi-lagi karena berfikir untuk efisiensi waktu lebih baik naik grab saja. Kalau menggunakan Rapid Penang bus kami harus berputar-putar dulu dan berhenti di tiap halte yang ada, sehingga membuat jarak tempuh menjadi lama sekitar 1 setengah jam. Penang Hill aka Bukit Bendera Destinasi pertama Penang Hill Penang Hill juga lebih dikenal dengan sebutan Bukit Bendera ini merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjuingi selama berliburan di George Town. Letaknya berada di dataran paling tinggi di pulau ini, di mana Bukit Bendera letaknya berada di ketinggian 821 meter di atas permukaan laut. Dari atas puncaknya kita sebagai wisatawan bisa langsung melihat panorama kota George Town dari ketinggian, plus ikon terkenal lainnya Penang Bridge. Nah untuk bisa sampai puncak dari destinasi ini, kita akan naik menggunakan Penang Hill Railway yang sudah dibangun sejak tahun 1906 – 1923. Memang jalan menuju puncak terlihat lurus, tapi tetap saja medan yang dilalui menanjak tajam, bikin ngeri – ngeri sedap spot jantung. Naik Kereta menanjak di Penang Hill Railway Untuk menggunakan kereta ini kita dipatok biaya RM30 per orang pp. Untuk naik kereta kita juga di wajibkan antri agar tidak berebut. Pilihan duduk yang pas adalah bagian kereta di depan/ atas dan ketika turun di bawah. Saya sempat khawatir dengan alur pendakian ini, karena tanjakannya cukup menantan dengan kemiringan 45 derajat. Tapi saya buang jauh-jauh perasaan dan pemikiran aneh-aneh, fokus bisa sampai ke atas. Kapasitas kereta menurut petugas yang saya tanya adalah bisa menampung hingga 100 orang. Jalan yang menanjak curam Sebelum sampai di puncak, kereta akan berhenti beberapa kali dan di beberapa station. Sedangkan untuk tujuan saya sendiri adalah langsung ke puncak Bukit Bendera. Selain bisa menikmati panorama dan pemandangan kota, dari puncak kita juga bisa berkunjung ke berbagai atraksi lainnyam semisal Owl Museum, Love Lock dan The Habitat yang terkenal dengan hutan hujannya. Pemandangan dari bukit Bendera Kek Lok Si Temple Kek Lok Si Temple Puas memandangi alam, dokumentasi sana-sini akhirnya kami lanjutin berkunjung ke testinasi populer lainnya. Tak jauh dari Penang Hill kami mengunjung lokasi atau destinasi bersejarah yang juga digunakan sebagai tempat beribahadah. Kek Lok Si Temple, atau kuil Budha yang sudah berumur 1 abad lamanya di mana juga menjadi kuil terbesar di Asia Tenggara. Jika dilihat melalui google maps jaraknya hanya 2,8 KM saja dari Penang Hill. Jujur saja entah kenapa di kota saya Pekanbaru, tempat – tempat ibadah seperti ini jarang dijadikan juga sebagai destinasi wisata atau terbuka untuk umum. Ntah pemerintahnya yang kurang tanggap atau memang dibuka hanya untuk agama tertentu saja agar ibadah mereka lebih kusuk. Jadi ketika mengunjungi kuil ini ya saya sangat antusias sekali. Berfoto dengan background Pagoda Kek Lok Si Temple Saat saya mengunjungi kuil ini tak banyak orang yang datang beribadah, entah karena memang masih pagi atau bisa saja karena memang bukan jam ibadahnya. Jika diperhatikan arsitektur dari Kek Lok Si Temple memiliki campuran ornamen Tiongkok dengan gaya Thailand di mana terlihat banyak warna merah. Di dalam komplek kuil ini sendiri ada beberapa bagian kuil yang besar dan ada pula kuil yang memiliki pagoda. Berfoto atau mengabadikan tidak pernah membosankan Kegiatan saya sendiri ya sama seperti traveler umumnya, mendokumentasikan berbagai foto juga melihat bagaimana sejarah dari kuil ini. Pagoda di Kek Lok Si Temple Sedikit saran untuk teman-teman yang berkunjung ke Kek Lok Si Temple ini, ada baiknya membawa air mineral agar tidak kehausan. Maklum saja komplek kuil ini lumayan besar. Namu ntak perlu khawatir, tetap ada warung yang berjualan di lantai dasar kuil. Sedangkan untuk bisa berkeliling di kawasan atau komplek kuil ini tak ada biaya khusus, namun jika ingin naik ke atas pagoda setiap pengunjung diwajibkan membayar uang masuk sebesar RM 2 saja. di dalam Pagoda Kek Lok Si Temple Pada saat kami mengunjungi komplek kuil ini pun kami tak dapat eksplor ke keseluruhan kuil karena memang sedang ada pebaikan. Setelah puas dan tengah hari, kami pun berinisiatif balik ke penginapan, karena memang baju kaos yang kami gunakan sudah basah dengan keringat dan bau matahari. Lagi – lagi kami menggunakan Grab, namun dengan supir seorang ibu – ibu. Entah kenapa di dalam mobil kami diam seribu bahasa, karena bingung mau gunakan bahasa melayu atau inggris. Well sementara itu dulu cerita liburan ke Penang pada part 1, selanjutnya bisa baca lanjutnyannya pada part 2. Dikesempatan yang ada, ahli-ahli AKRAB juga mengedarkan makanan kepada gelandangan yang ada di pusat transit tersebut dan telah berpeluang berkongsi pengalaman serta mendengar kisah hidup mereka. Konklusinya, banyak pengajaran yang dapat digarap dari lawatan ini.
Beberapa kali beberapa teman yang berliburan ke negeri jiran banyak yang merasa kesulitan menggunakan transportasi di Kuala Lumpur. Entah itu menggunakan monorail, bus atau Mass Rapid Transit MRT sekalipun membuat mereka kebingungan dan pada akhirnya mencoba menghubungi saya melalui Whatsapp. Dari problem ini pula banyak teman-teman meminta saya untuk membuat sebuah artikel tentang moda transportasi selama di Kuala Lumpur. Dan Alhamdulilah saya berkesempatan untuk membuatkan daftar moda transportasi tersebut, meski ini semua berdasarkan pengalaman saat berliburan di kota tersebut. Harapan saya dengan kamu membaca artikel tentang sistem trasportasi ini, kamu dapat jalan-jalan dengan akses transportasi apa pun dengan gampang. Ibukota Malaysia, Kota Kuala lumpur sendiri merupakan kota dengan kawasan terluas. Memiliki jumlah ukuran luas wilayah lebih kurang 244 km 94 sq mi dan membuat banyak traveler tanah air menarik untuk berkunjung. Jarak dan letak geografis kota tempat saya huni saat ini, Pekanbaru dan Kuala Lumpur Malaysia memang sangat berdekatan. Sekitar 45 menit menggunakan pesawat memicu saya untuk acap kali mengunjungi negara tetangga ini. Malahan untuk ke negara lainnya saya harus bisa transit melalui Kuala Lumpur International Airport 2 semisal saat saya pergi berliburan ke Phuket. FYI di Kuala Lumpur ada bermacam moda transportasi yang bisa teman-teman gunakan selama disana. Sebut saja kereta api, bus, monorel, MRT dan transportasi lain. Saya akan berusaha membahas secara rinci satu persatu apa saja jenis transportasi di Kuala Lumpur. 1. LRT Light Rapid Transit Menggunakan LRT Light Rail Transit LRT merupakan moda transportasi Kuala Lumpur yang memiliki dua jalur, yakni laluan Ampang atau Sri Petaling dan laluan Kelana Jaya. Tentu saja dua jalur laluan itu berbeda, untuk Kelana Jaya adalah LRT bawah tanah dan otomatis semua jalurnya berada di bawah tanah, sebaliknya Sri Petaling atau Laluan Ampang bisa dikatakan kereta LRT dengan menggunakan jalur layang. Tetapi tak perlu khawatir sebab kedua jalur tersebut sudah terinstegrasi dengan baik antara satu sama lain, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang berkeliling di Kuala Lumpur. Touch n Go Card Membeli token melalui mesin tiket yang tersedia. Photo alamy Untuk bisa menggunakan transportasi ini, teman-teman harus memiliki atau membeli tiket LRT atau token sekali jalan. Dari pengalaman saya, lebih baik dan gampang memakai Touch n Go TnG card yang merupakan e-money card Malaysia selayaknya Flazz BCA, Brizzi-nya BRI di tanah air dan EZ-Link di negara Singapura. Cara menggunakannya juga cukup gampang, hanya perlu melakukan “Tap” saja pada palang pintu masuk. Sedangkan untuk mengisi kredit/ saldo di dalamnya juga bisa langsung melalui mesin topup atau gerai tiket dibeberapa station. Dengan menggunakan kartu ini kita bisa mendapatkan profit semisal potongan harga yang tentunya merubah tarif jauh lebih murah dari pada menggunakan tiket/ token biasa. Harga kartu yang dipatok pada saat pertama kali sebesar RM 10 dan bisa melakukan topup minimal RM 10. Untuk waktu operasional biasanya mulai pkl. s/d waktu Malaysia. 2. KL Monorail KL Monorail. Photo adobe stock Transportasi di Kuala Lumpur yang kedua adalah Monorail KL yang menghubungkan antara statsiun KL sentral menuju Titiwangsa dan sebaliknya. Moda transportasi ini merupakan sebuah moda monorail perkotaan dengan menggunakan kereta dua gerbong permanen dan pada tiap kereta ini bisa menampung hingga 158 penumpang pada waktu jam oprasional biasa. Jalur yang dilalui dimulai dari stasiun KL Sentral ke Tun Sambanthan, lalu juga melewati stastiun lain sepertibukit bintang dan berakhir di stasiun terakhir stastiun Titiwangsa. Untuk bisa menggunakan transportasi ini juga sederhana, sama seperti menggunakan LRT dengan oneway ticket atau memanfaatkan Touch n Go TnG. Abaikan perut ya hahaha 3. KLIA Express dan KLIA Transit KLIA Express yang benar benar cepat. Photo alamy Memangnya apa perbedaan dua moda transportasi ini ? Betul, mungkin jika dilihat kata-kata KLIA tentunya akan mengingat Kuala Lumpur International Airport. KLIA Express adalah sebuah sistem transportasi yang spesifik dioperasionalkan untuk menuju KLIA dengan besaran waktu per 15 menit sekali saat jam sibuk dan 20 menit sekali pada jam operasional biasa. Berangkat dari KL Sentral menuju KLIA dan KLIA2 juga begitu pula sebaliknya. Berbagai fasilitas disediakan melalui kereta cepat ini, dan tentunya bisa membuat kita yang menggunakannya menjadi nyaman dan betah, semisal dilengkapi dengan AC dan Wifi, jenis kursi kereta yang empuk dan nyaman, serta tata interior yang menarik dengan pencahayaan terang. Sedangkan moda transportasi KLIA transit memiliki lebih banyak titik/ sport berhenti dalam jalur perjalanan menuju bandara KLIA2. Sama-sama dimulai dari stastiun KL Sentral lalu jalan melewati Bandar Tasik Selatan, Putrajaya & Cyberjaya, Salak Tinggi, KLIA, dan pada akhirnya stasiun terakhir KLIA2 Arrival. Karena semua transpotasti di Malaysia sudah terintegrasi dengan baik, kamu bisa bisa mendapatkan tiket dengan mudah. Melalui lewat Vending Machine yang tersedia di KL Sentral atau juga bisa membeli pada petugas yang memiliki wewenang menyediakan tiketnya. Harga yang dipatok untuk bisa sampai di bandara KLIA2 biasanya harganya lebih kurang RM 55 per sekali jalan. Dengan harga yang mahal membuat saya hanya baru sekali menggunakan moda transportasi ini. 4. MRT atau Mass Rapid Transit Ukuran lebih panjang. Photo alamy Transportasi di Kuala lumpur yang suka satu ini bernama MRT. Moda ini sudah mulai beroperasi sejak bulan Desember 2016 lalu. Jalur aktif kereta ini adalah MRT KAJANG LINE sebelumnya bernama Sungai Buloh-Kajang Line dan MRT PUTRAJAYA LINE sebelumnya bernama Sungai Buloh-Serdang-Putrajaya Jika dibandingkan dengan LRT, MRT mempunyai ukuran lebih besar dan lebih panjang. Sama dengan moda transportasi lainya di atas, kamu bisa membeli tiket melalui mesin tiket yang tersedia di stasiun. MRT lebih cepat. Photo alamy Apabila teman-teman bingung bagaimana membeli tiket melalui mesin tiket bisa bertanya dengan beberapa petugas di sana. Petugas tersebut nantinya akan membimbing kamu untuk melakukan pembelian tiket MRT. Kalau ingin lebih gampang juga sebaiknya menggunakan kartu Touch n Go TnG. 5. Kereta Api Tanah Melayu/ KTM Komuter Menunggu KTM di Batu Caves Sistem transportasi yang satu ini bisa dikatakan jenis transportasi kereta api dengan jarak pendek yang beroperasi di Kuala lumpur, dengan jalur utama Seremban dan Port Klang. Kereta Api Tanah Melayu KTM Komuter saya gunakan ketika saat saya ingin pergi ke destinasi favorit Batu Caves dengan naik melalui stasiun KL Sentral. Enaknya di KL semua transportasi sudah terintegrasi dengan baik jadi jelas saja komuter ini juga sudah terhubung dengan beberapa stasiun pertukaran LRT/ MRT semisal, Bank Negara, Kuala Lumpur dan KL Sentral. Santai di KTM Komuter Teman-teman bisa mendapatkan tiketnya melalui mesin tiket atau juga tetap bisa membeli melalui petugas di gerai tiket KTM. Tapi lagi-lagi saya sarangkan untuk menggunakan kartu TnG karena memang sudah terihubung dengan transportasi lainnya. Untuk tarif, tiket Kereta Api Tanah Melayu mematok dengan harga cukup murah dan terjangkau. Walaupun terjangkau tetapi fasilitas yang disediakan tetap nyaman untuk penumpang. Ada juga fasilitas gerbong spesifik untuk teman-teman wanita. 6. GOKL Bus gratis GO-KL. Photo alamy Peta rute GOKL. Photo Bosan menggunakan kereta cepat, teman-teman bisa menggunakan moda transportasi bus GOKL. Moda ini disediakan untuk para traveler dan gratis. Tetapi karena tidak bayar, untuk menggunakan transportasi ini rada-rada harus cepat. Kadang kala bus ini selalu terisi penuh oleh penggunanya, entah itu warga lokal Malaysia atau para wisatawan domestik dan asing. Moda transportasi ini mempunyai empat laluan yang berbeda dan setiap laluan memiliki nama tersendiri. Membedakan melalui warna jalur yakni Green Line, Red Line, Purple Line dan Blue Line. Tiap jalur berhenti pada titik-titik destinasi menarik atau favorit di Kuala Lumpur. 7. RapidKL Bus Menggunakan bus Rapid KL Tak jauh berbeda dengan bus GOKL, Rapid KL juga merupakan bus yang menjadi transportasi andalan yang bisa teman-teman gunakan untuk berkeliling di seluruh wilayah ibu kota negeri Jiran Malaysia. Busnya mempunyai ciri khas yang gampang dikenali, yakni dari warna bus dengan dominan putih plus variasi warna biru yang menghiasi sekeliling Rapid KL. Walaupun Rapid KL ini tidak menerapkan sistem Mass Rapid Transit, tetapi transportasi ini selalu terisi penuh dan bisa memonopoli industri transportasi di Kuala lumpur. Selain RapidKL ada pula Bus Rapid Transit BRT Sunway Line yang lokasinya di Petaling Jaya. Hampir serupa dengan Trans Jakarta dengan jalur sendiri. BRT beroperasional melalui daerah Sunway dan Subang Jaya. 8. Grab Car Nah ini merupakan cara yang sangat hemat jika teman-teman datang dengan ramai. Berpergian dengan banyak anggota 4 – 6 orang bisa memakai Grab car/ taxi yang juga favorit di Indonesia. Moda transportasi online ini lebih cepat dan murah ongkos tetapi dengan syarat menggunakannya beramai – ramai. Jumlah biaya keseluruhan tinggal dibagi rata saja dengan beberapa orang penumpang lainnya. So teman-teman pilih yang mana ? Hampir semua transportasi yang ada di Kuala Lumpur umunya saling terintegrasi dan terhubung melalui interchange station atau connecting station. Mulau dari naik, berpindah ke lain stasiun juga tak jauh berbeda dengan moda trasportasi MRT di Singapura. Oh iya sedikit saran, jangan pernah melupakan aturan – aturan pada tiap transportasi di Kuala Lumpur, tentunya kamu tidak mau kena denda kan ?
\n pengalaman transit di kuala lumpur
Rasasaus sambalnya pun berbeda dengan yang ada di Indonesia. Setelah selesai makan, kami segera kembali ke penginapan karena sudah capek jalan-jalan seharian dengan naik LRT. Baca Juga: Makassar - LCCT - KL Sentral Kuala Lumpur Hari Pertama (1) : Batu Caves Kuala Lumpur Hari Kedua : Putrajaya Kuala Lumpur Hari Ketiga : Genting Highlands Pengalaman naik Mass Rapid Transit MRT di Kuala Lumpur Malaysia. Foto Instagram/j_sun0509 Jakarta, Tagar 22/2/2019 - Masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta akan menikmati moda transportasi baru untuk mobilitas Moda Raya Terpadu Mass Rapid Transit/MRT Jakarta rute Bundaran Hotel Indonesia-Lebak Bulus telah rampung dan sudah beberapa kali diujicoba untuk Jakarta masih menanti MRT resmi beroperasi pada Maret, Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, sudah lebih dulu menikmati angkutan massal Kuala Lumpur, MRT merupakan moda yang terintegrasi dengan angkutan massal lain seperti Light Rapid Transit LRT, monorel, dan kereta cepat waktu lalu, Antara mengunjungi Malaysia untuk menjajal moda transportasi massal yang sudah melayani warga dan pengunjung negara tersebut sejak mencoba MRT di Negeri Jiran, waktu itu digunakan kereta cepat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju KL Sentral yang merupakan stasiun kereta api utama di Kuala Lumpur di mana berbagai moda transportasi terintegrasi untuk menghubungkan area permukiman, komersial, serta industri di perkotaan dan pinggiran menggunakan kereta cepat, hanya butuh waktu 30 menit untuk mencapai KL Sentral. Selanjutnya menuju ke Stasiun Muzium Negara yang merupakan stasiun MRT bawah tanah di KL menuju stasiun MRT terbilang mudah, bahkan bagi wisatawan yang membawa banyak barang bawaan, karena dilengkapi fasilitas eskalator dan travelator, juga elevator khusus untuk orang dengan Muzium Negara, seperti halnya stasiun MRT lain di Kuala Lumpur, memiliki fasilitas penunjang seperti papan petunjuk arah, CCTV, toilet, tempat sampah, tempat duduk, dan papan keterangan waktu datangnya pembelian tiket di seluruh stasiun MRT di Malaysia sudah menggunakan anjungan tiket mandiri, di mana calon penumpang bisa memilih sendiri tujuan mereka, dan membayar tarif perjalanan dengan memasukkan uang kertas maupun tiket untuk setiap tujuan berbeda-beda, tergantung jarak tempuh. Dari KL Sentral menuju Bukit Bintang yang jaraknya tiga stasiun, harga tiketnya 1,8 RM atau sekitar Rp 6 ribu dengan waktu tempuh tujuh dari Stasiun Merdeka di kawasan Pudu menuju ke Stasiun Sungai Buloh, salah satu ujung stasiun yang terletak di Selangor, yang berjarak 22 kilometer, tiket MRT dipatok seharga 3,8 RM atau sekitar Rp 13 ribu. Perjalanan dari Stasiun Merdeka ke Stasiun Sungai Buloh memakan waktu 40 itu juga mencoba menggunakan MRT menuju Bukit Bintang, salah satu pusat perbelanjaan dan hiburan di Kuala Lumpur. Setelah membayar di anjungan tiket mandiri, dapat token berwarna biru yang tinggal diketukkan di pintu calon penumpang hanya perlu menunggu datangnya kereta, yang bisa dipantau dari papan petunjuk. Interval waktu kedatangan kereta di setiap stasiun cukup beragam, berkisar tiga sampai lima menit kereta tiba, calon penumpang harus menunggu penumpang yang ingin turun dahulu sebelum memasuki di dalam kereta memadai. Selain bangku untuk penumpang prioritas, juga disediakan pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri, pendingin ruangan, serta informasi status keberangkatan dan tujuan kereta yang disampaikan dalam bentuk audio dan di Malaysia dijalankan dengan teknologi serba otomatis. Tidak ada ruang untuk masinis, dan pintu kereta yang bisa membuka-menutup secara tiba di tujuan, penumpang bisa keluar dengan memasukkan token di pintu keluar stasiun. Jadi pastikan menjaga baik-baik token selama Malaysia. Foto Instagram/therapidfansJika ada masalah seperti token hilang atau berhenti bukan di stasiun awal yang dituju, penumpang dapat menghubungi petugas di loket layanan pelanggan yang berada di dekat pintu masuk dan pintu fasilitas, akses, dan kecanggihan teknologi terbukti memberi kemudahan untuk mobilitas warga setempat maupun wisatawan yang berkunjung di Warga dan TurisLalu, apa pendapat warga lokal maupun wisatawan mengenai MRT Malaysia?Lukas Jung, seorang wisatawan asal Jerman, mengkritisi masih kurangnya papan petunjuk arah dan informasi, yang membuat dia beberapa kali salah memilih juga berpendapat jika MRT Malaysia menggunakan sistem kartu yang dapat digunakan berkali-kali atau dalam jangka waktu tertentu misalnya tiga hari atau satu minggu, maka itu akan lebih mudah bagi wisatawan asing, membuat mereka tidak perlu membeli tiket setiap akan menuju suatu tempat."Tetapi MRT ini sangat berguna untuk saya bepergian ke mana pun, karena harganya yang cukup murah dan sangat ramah lingkungan," kata bagi warga Malaysia, keberadaan MRT sangat bermanfaat sebagai alternatif pelengkap bagi KTM komuter yang jalannya tidak begitu setempat juga diuntungkan dengan kebijakan tambahan yang ditetapkan Pemerintah Malaysia mengenai kartu pass My100 dan membeli kartu seharga 100 RM, penumpang dapat bepergian berkali-kali menggunakan kereta yang terintegrasi dalam jaringan Rapid KL atau jaringan bus selama 30 hari untuk perjalanan tanpa batas menggunakan LRT, MRT, monorel, BRT, bus Rapid MR, serta bus kartu seharga 50 RM hanya dapat digunakan untuk bepergian menggunakan bus Rapid KL dan bus pengumpan, tidak termasuk BRT."Sayangnya layanan MRT hanya tersedia di sekeliling Lembah Kilang Kuala Lumpur dan Selangor, belum mencakup negara bagian yang lain seperti Kelantan atau Negeri Sembilan," kata Nur Asilah Soraya binti Lokman, mahasiswi Universiti Islam Antarbangsa bagi Abdul Bari, menjajal MRT di Malaysia menjadi pengalaman baru baginya. Selain harga tiket yang terjangkau, Abdul juga memuji integrasi MRT di Malaysia dengan moda transportasi lain yang memudahkan berharap keberadaan MRT di Jakarta nantinya akan dapat menyamai atau bahkan menandingi MRT yang telah lebih dahulu dioperasikan di Negeri Jiran."Harapan saya jujur saya semoga MRT Jakarta tidak sebobrok komuternya," ujar MRT Sungai Buloh-Kajang mulai beroperasi pada Desember 2016 dengan pembukaan fase pertama sepanjang 21 kilometer mencakup Sungai Buloh-Semantan, yang terdiri dari 12 dilanjutkan dengan fase kedua dan pada Juli 2017 jalur MRT Sungai Buloh-Kajang sepanjang 51 kilometer beroperasi penuh dengan total 31 senilai 23 miliar RM atau sekitar Rp 79,40 triliun itu berfungsi sebagai koridor bagi populasi 1,2 juta orang, menghubungkan permukiman warga dengan tujuan mereka di set MRT yang melayani jalur Sungai Buloh-Kajang terdiri atas empat gerbong dengan kapasitas total penumpang per perjalanan. Setiap harinya, MRT jalur Sungai Buloh-Kajang melayani 170 ribu ini otoritas Malaysia sedang meneruskan konstruksi jalur ketiga MRT Sungai Buloh-Serdang-Putrajaya, yang diharapkan beroperasi penuh pada 2022. [] KlTaxi Tour Service & Transportation Kuala Lumpur City Tour, Kuala Lumpur : Lihat ulasan, artikel, dan foto Kl Taxi Tour Service & Transportation Kuala Lumpur City Tour di antara objek wisata di Kuala Lumpur di Tripadvisor.
Kali ini, kami akan coba membagi cerita mengenai review Bandara Kuala Lumpur. KIsah kali ini merupakan cerita bagian yang kedua. Lalu, yang bagian pertama mana? Tenang, anda bisa ikuti perjalanan di bagian pertama pada link berikut ini Transit di Kuala Lumpur Singkatnya, kami membahas petualangan kami saat transit di Kuala Lumpur. Tepatnya saat akan berangkat ibadah umroh. Jadi arah terbangnya dari Indonesia menuju ke Arab Saudi. Lalu, penerbangan kami transit dahulu di Bandara Kuala Lumpur. Sedangkan, pada bagian kedua ini akan berbeda sudut pandangnya. Tepatnya ialah ketika kami sudah selesai menjalankan ibadah umroh. Kami dalam perjalanan pulang kembali ke Indonesia. Jadi, arah terbangnya ialah dari Arab Saudi menuju ke Indonesia. Sama seperti sebelumnya, penerbangan kami transit di Malaysia. Tepatnya di Bandara Kuala Lumpur atau yang lebih dikenal dengan singkatan KLIA Kuala Lumpur International Airport. Seperti apa review Bandara Kuala Lumpur saat kami transit kala itu? Dalam ulasan kali ini, kami akan coba berbagi kisahnya untuk para pembaca sekalian. Jika ada manfaatnya, jangan lupa untuk share cerita ini di media social teman-teman semua ya. Baik, mari kita mulai saja cerita perjalanannya 😀 Pengalaman transit di Kuala Lumpur berikutnya kami lanjutkan ya. Pada cerita di artikel sebelumnya, kami menceritakan pada saat berangkat umroh. Kali ini, kami coba share pengalaman transit di Kuala Lumpur saat sudah selesai umroh dan dalam perjalanan pulang kembali ke Indonesia. Sekalian saja kami review Bandara Kuala Lumpur secara sederhana. Singkat cerita, hari itu kami tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur sekitar pukul pagi waktu setempat. Tepatnya, kami turun dari pesawat di gedung KLIA 1. Sementara itu, penerbangan kami ke Bandung akan take off pada pukul waktu setempat. Jadi, kami ada waktu transit lumayan panjang sebelum pesawat berangkat. Selesai melewati loket imigrasi dan mengambil koper bagasi beserta air zamzam, kami berpisah dari rombongan. Tujuannya ialah berpindah ke gedung KLIA 2, tempat pesawat kami yang akan terbang menuju ke Bandung. Proses perpindahan dari gedung KLIA 1 ke KLIA 2 sama seperti saat kami berangkat beberapa hari sebelumnya. Kami menggunakan moda transportasi kereta bandara yang dikenal dengan nama KLIA Express. Jangan lupa untuk membeli tiketnya dulu untuk bisa naik KLIA Express. Cukup membayar 2 Ringgit Malaysia per orang. Wisata Kuliner di Gedung KLIA 2 Setibanya di gedung KLIA 2, kami langsung menuju ke terminal check in Air Asia yang ada di lantai 3. Saat tiba di terminal, kami tanya-tanya kepada petugas. Ternyata, penumpang baru bisa check in paling cepat 4 jam sebelum keberangkatan. Saat itu, kami belum bisa check in. Oleh sebab itu, kami putuskan untuk mengerjakan aktivitas lainnya dulu. Kebetulan juga, perut mulai terasa lapar. Pengalaman transit di Kuala Lumpur berlanjut dengan berhenti sejenak untuk wisata kuliner di area gedung KLIA 2. Kami pun mencari restoran yang sesuai selera dengan harga yang bersahabat tentunya 😀 Ada banyak restoran di dalam area gedung KLIA 2. Mulai dari lantai 2 hingga lantai 3 juga ada. Dari hasil obervasi singkat kami berdua, sepertinya tempat makan di lantai 2 lebih terjangkau daripada yang ada di lantai 3. Harga makanan dari tempat makan yang kami lihat juga lumayan berbeda. Harga makanan di lantai 3 berkisar 20 ringgit Malaysia ke atas. Sementara itu, di area makan lantai 2 masih ada yang menawarkan makanan dengan harga di bawah 20 ringgit Malaysia. Pilihan kami berdua untuk makan jatuh ke kios makanan nasi T Kandar yang terletak di lantai 2 gedung KLIA 2. Menu makanan yang disajikan juga beragam. Tidak kalah pentingnya, harga makanan lebih bersahabat 😀 Kami memilih menu makanan kari laksa dan mie rebus. Menu kari laksa dilengkapi dengan suwiran ayam, sementara mie rebus dilengkapi topping telur rebus dan sosis. Seleranya lagi kepingin makan yang berkuah hangat saat itu, hehe. Berapa harga makanannya? Untuk kari laksa harganya 19,9 ringgit Malaysia. Sedangkan mie rebus dengan telur dan sosis harganya 17,9 ringgit Malaysia sudah mendapatkan tambahan es teh manis di dalam paketnya. Selesai menikmati makanan, rasanya masih kurang baca belum kenyang, hehehe. Kami pun melirik menu lainnya di warung sebelah. Kloter kedua pun dimulai dengan memesan Chicken Wing Spicy dengan porsi kecil isi 4 potong. Harganya 18,9 ringgit Malaysia untuk satu porsi. Persiapan Terbang untuk Pulang Selesai menikmati makanan sambil beristirahat di lantai 2, kami siap menuju ke lantai 3 gedung KLIA 2. Tempat dimana terminal check in Air Asia berada. Sebelum bisa proses check in, ada proses yang harus kami kerjakan terlebih dahulu. Oleh petugas Air Asia, kami diarahkan untuk menuju mesin cetak boarding pass yang tersedia di area terminal. Kami mengantri bersama calon penumpang lain. Tujuannya untuk mencetak boarding pass beserta label bagasinya masing-masing. Jenis labelnya ada beberapa. Bagi kami berdua, hal ini merupakan pengalaman baru. Biasanya di counter check in, calon penumpang hanya menunggu petugas untuk mencetak dan menempelkan label ke koper bagasi calon penumpang. Oleh sebab itu, kami bertanya lagi kepada petugas Air Asia untuk teknis menempelkan label yang baru saja dicetak. Bagaimana cara menempelkan label ke lokasi yang seharusnya. Selesai proses check in, kami masih harus mengurus bawaan air zamzam. Kami pikir air zamzam akan dimasukkan bersamaan dengan koper bagasi. Ternyata tidak. Ada mekanisme khusus untuk memasukkan bawaan air zamzam ke dalam pesawat Air Asia. Oleh petugas Air Asia, kami diarahkan untuk menuju ke counter khusus. Counter tersebut akan menerima dan mengatur bawaan air zamzam jamaah umroh untuk dimasukkan ke dalam pesawat. Letaknya berada di ujung terminal keberangkatan. Jadi, lumayan juga bagi kami. Jalan berkeliling terminal Air Asia dari satu sudut ke sudut lainnya. Nah, yang jadi pertanyaan biasanya seperti ini. Apakah air zamzam masuk ke dalam hitungan bagasi atau harus beli bagasi khusus di Air Asia? Dari yang kami jalani, bawaan air zamzam ini bisa masuk secara gratis di maskapai Air Asia. Jadi, tidak mengurangi jatah bagasi yang sudah kami pesan sebelumnya. Pastikan air zamzam 5 liter itu masih tersegel dengan rapi di kotak dan botol aslinya. Urusan bagasi dan check in selesai, kami menuju tahapan berikutnya. Kami berdua antri di loket imigrasi. Antriannya sangat padat saat itu, jadi kami lumayan lama menunggu bersama calon penumpang yang lain. Jika dihitung waktunya, sepertinya kami mengantri lebih dari 30 menit. Padat sekali ketika itu. Walaupun demikian, tidak ada hambatan apapun saat melewati loket imigrasi. Petugas imigrasi menjalankan prosedurnya seperti biasa, lalu mempersilakan kami lewat. Selesai dari loket imigrasi, kami tinggal menuju ke gerbang keberangkatan untuk tujuan ke Bandung. Saat itu, pesawat kami akan tiba di gerbang nomor 7. Berhubung waktu lepas landas masih lumayan lama, kami jalan santai saja saat menuju ke gerbang 7. Sambil menunggu gerbang dibuka, kami berhenti di mushola yang letaknya dekat dari gerbang nomor 7 untuk melaksanakan sholat. Ukuran musholanya tidak terlalu besar. Kebersihan mushola dan tempat wudhunya baik. Mushola juga terasa nyaman digunakan untuk tempat sholat dan istirahat sejenak. Review Bandara Kuala Lumpur – Kualitas Koneksi Internet di KLIA 1 dan KLIA 2 Internet merupakan suatu hal yang menjadi kebutuhan primer setiap orang. Dalam berbagai keadaan, sebisa mungkin kita tetap terhubung dengan internet. Termasuk saat di tengah perjalanan, seperti saat kami transit di Bandara Kuala Lumpur Malaysia. Mengenai koneksi internet, calon penumpang tidak perlu khawatir. Selama berada di dalam gedung KLIA 1 maupun KLIA 2, kami bisa terhubung dengan jaringan WIFI bandara. Semuanya gratis dan bisa dinikmati semua penumpang. Cukup login saja pada halaman yang sudah disediakan untuk bisa menikmati koneksi internet. Kualitas kecepatan akses internetnya pun bagus. Kami tidak merasakan koneksi internet yang abal-abal. Cukup bagus untuk koneksi jaringan internet di lokasi umum. Koneksi internet di area bandara sempat terputus. Hal itu terjadi pada saat kami berada di dalam KLIA Express untuk berpindah dari KLIA 1 ke KLIA 2 dan sebaliknya. Setelah berada di gedung utama, tinggal login ulang saja untuk menikmati internetnya. Review Bandara Kuala Lumpur – Menunggu di Gerbang Keberangkatan Tahap akhir dari proses perjalanan kami sebelum terbang ialah menunggu di area gerbang keberangkatan. Dalam perjalanan menuju ke gerbang, kami melalui gerbang pemeriksaan lagi. Di gerbang ini, pastikan anda tidak membawa air minum atau cairan lebih dari 100 ml. Jika anda terlanjur membawanya, ada dua pilihan yang bisa anda ambil. Pilihan pertama, anda bisa menghabiskan air minum tersebut di hadapan petugas bandara. Pilihan yang kedua, anda bisa langsung buang saja air tersebut di lokasi pembuangan terdekat. Sedangkan kami, saat itu memang membawa botol air minum yang masih berisi air dalam jumlah yang cukup banyak. Akhirnya, kami memilih opsi yang pertama, yaitu meminum air yang kami bawa hingga habis. Selesai melewati gerbang pemeriksaan, kami tinggal menuju ke gerbang keberangkatan pesawat tujuan ke Bandung. Saat itu, kami sudah akan masuk ke dalam area ruang tunggunya. Akan tetapi, kondisi ruang tunggu masih dalam keadaan tertutup. Calon penumpang belum diperbolehkan untuk masuk dan harus menunggu di luar. Area ruang tunggu di gerbang baru dibuka sekitar 15 – 30 menit sebelum pesawat lepas landas. Jadi, hingga waktunya tiba, kami mencari tempat duduk secara acak. Mana yang kosong, kami duduk di sana. Sambil menunggu, kami memperhatikan sekeliling. Ada beberapa tempat makan yang tersedia di sepanjang area ruang tunggu. Jika anda kelaparan, silakan mampir untuk kulineran di salah satu restoran yang tersedia. Kami sih sudah kekenyangan, jadi tidak ingin mampir lagi. Di samping itu, tenaga di tubuh juga sudah terkuras habis. Mulai terasa lelahnya setelah selesai perjalanan umroh. Alhamdulillah, proses perjalanan kami pulang berjalan lancar. Penerbangan Kuala Lumpur menuju ke Bandung tidak ada delay atau kendala apapun. Sekian dulu kisah review Bandara Kuala Lumpur dari kami. Semoga informasi yang ada di dalam cerita ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Terutama bagi anda yang berencana pergi dan mendarat di bandara Kuala Lumpur. Bagikan informasi ini ke keluarga dan sahabat lainnya ya, supaya makin banyak yang merasakan manfaatnya. Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak review Bandara Kuala Lumpur kali ini. Sampai jumpa di cerita dan pengalaman kami lainnya 😀 Visited 1,694 times, 12 visits today
Sebelumpesawat lepas landas dari Bandara Subang, beberapa sandera dibebaskan. Di antaranya Konsul Stebbins. Pesawat lepas landas pada pukul 11.18 waktu Kuala Lumpur dan tiba dengan selamat keesokan harinya setelah transit di Colombo. Pada 10 Agustus, dua pejabat Malaysia yang dijadikan penjamin tiba dengan selamat di Kuala Lumpur.
Рա ячуሒофаОхօν о էйե
ቩ υբатΩձукፍզո οцабе ο
Զεдеգосу еչωշያ зևриρ ኖጭግиχሳπу
ሎеն ղоκ χибιቨчащ ևδиሹаሄዬху мοሕиз
А ጪивυሽ арсВсαφխκ окруፌат жесв
Ни дርУкрըбοፄаψа ктοд θμо
BeritaUnpad Sebulan Magang di KBRI Kuala Lumpur, Lasman Peroleh Banyak Pengalaman #Unpad #UniversitasPadjadjaran. 05 Aug 2022 Akhirnyapilihan saya jatuh ke bus Billion Star Ekspres dengan rute keberangkatan dari Terminal Puduraya, Kuala Lumpur ke perhentian terakhir di Golden Mile Complex, Singapura.Tarifnya 35 SGD per orang sekali jalan. Perjalanan Kuala Lumpur ke Singapura kurang lebih ditempuh selama 6 jam. Saya sengaja memilih jam keberangkatan jam 23.30 dengan harapan sampai di Singapura bukan tengah malam buta pv84D.
  • u3kcy8ples.pages.dev/173
  • u3kcy8ples.pages.dev/31
  • u3kcy8ples.pages.dev/337
  • u3kcy8ples.pages.dev/148
  • u3kcy8ples.pages.dev/355
  • u3kcy8ples.pages.dev/220
  • u3kcy8ples.pages.dev/6
  • u3kcy8ples.pages.dev/77
  • u3kcy8ples.pages.dev/307
  • pengalaman transit di kuala lumpur